H-1 Idul Adha, itulah hari ini. Hari ini aku udah di Malang lho! Jika kau tanya perasaanku, aku cukup senang. Biasanya bunyi embek-embekan terdengar dikala waktu ini. Entah karena tadi aku menonton Shaun The Sheep di tv, tapi tadi yang ku dengar hanya jejeritan(?) moo~ atau kau bisa menyebutnya sapi. ._.
Oke, mungkin jejeritan menatunkan asma Allah akan terdengar besok bagi mereka, para kambing dan sapi. Malam ini terdengar suara takbir ang menyelimuti hatiku yang tengah kecewa untuk suatu hal beberapa waktu yang lalu. Diikuti mp3 Its' Cold yang dinyanyikan Epik High feat Lee Hi.
Lupakan.
Aku ingin sedikit bercerita tentang hari kemaren yang penuh realita kehidupanku untuk menyongsong kepulanganku. *apadeh*
Setelah mendapat paketan kiriman alias kado dari onii-chan ku tercinta di Jakarta pada Selasa kemaren. Aku membukanya dan semalaman mengintip 2 cerita dari salah satu buku yang aku dapatkan. Aku membaca novel by chicken soup Sebuah novel kumpulan cerita inspiratif bagi wanita paruh baya. Aku sadar umurku sudah bertambah di hari ke-16 bulan ini.
Tidakkan kau mau mengucapkan selamat dan doa padaku? Hehehehe.
Kuambil petikan dari cerita-cerita itu, aku pahami pada diriku sendiri. Aku akan jadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain ddi masa mendatang. Dan aku akan meraihnya meski aku tak suka rintangan yang akan aku hadapi nantinya. Wish me luck, friends! :D
Kemudian di Hari Rabu kemaren. Dimana angkatanku, 2011, dalam mata kuliah wajibnya ada Fisika Bangunan dan Struktur Bangunan. Seperti biasa, ketika malam harinya akan berangkat pulang kampung alias mudik. Aku hanya merasa biasa saja untuk menghadapinya. Mungkin berbeda dari temanku yang kutemui di shelter TJ (trans jogja) depan kedokteran, ia dari pagi hanya berpikiran pada Tasikmalayanya. Mungkin aku aneh? Ah tidak. :)
SK (struktur konstruksi) yang kuikuti tadi, membuatku berpikir kembali dan menyadarkanku akan keprofesian dari seorang Arsitek. Arsitek, sebuah profesi yang aku cia-citakan. Tidak hanya Arsitek, aku ingin menjadi arsitek profesional yang nantinya akan diakui oleh orang-orang. Kau pun juga. :D
Menjadi arsitek, memang tidak mudah. Bangunan itu, bangunan Sampoong (Korea Selatan), bangunan mall yang dulunya dibangun untuk difungsikan sebagai kantor. Tapi dengan bodohnya pemiliknya mengalih fungsikan menjadi mall. Padahal sudah diperingakan, tapi kenyataanya mereka malah dipecat olehnya. Lima setengah tahun berdiri sudah sangat bagus untuk bangunan seperti itu. Dan pada akhirnya setelah selama itu akhirnya bangunan itu roboh dari atap sampai lantai dasar (1995). Bukannya itu pembunuhan masal?
Aku tidak bisa membayangkan hal itu. Semoga saja tidak ada kejadian lain seperti hal itu. Aku jadi ingin belajar lebih mengenai sturktur. Dokter pun memiliki kode etik dalam kerjanya, karena profesinya bisa membunuh orang. Arsitek pun demikian, ia malah bisa membunuh puluhan orang, bahkan ratusan! Kata dosenku sih kita punya andil jika ingin jadi pembunuh. -_-
SK pun berakhir, tapi ada asistensi. Tapi karna takut telat akhirnya dengan berbakal secarik keberanian, aku meminta izin pada asistenku. Entah karena ia tahu aku mau pulkam aau apa dia ddengan cepat dan gampang bilang iya. Setelahnya aku spechless meski dalam sepersekian detik. Bahasa kerennya sih cengo.
Daripada membuang waktu sih aku langsung aja balik ke kos setelah mampir-mampir bentar ngurusin urusan yang mendukung aku buat pulang (baca: ke atm, ambil pocket, beli jajan). Cukup sudah setelah aku packing, aku pun menghubngi teman MIT-ku yang biasa aku sebut dia Wella atau Bella atau Papar. Menjemputku di suatu tempat dan mengantarkanku ke shelter TJ setelah dia bangun tidur. Padahal dia mau rapat. Ihhh parah. Mending aku dong bolos rapat, haghaghaghag.
Di shelter pun aku bertemu dengan Rahmi yang aku ceritakan di atas tadi. Hingga dari shelter sampai kita berpisah di ujung jalan shelter deket rumahnya kami terus mengobrol. Entah sudah berapa lama aku sadar aaupun tidak, aku bicara tanpa ujung seperti itu. Mungkin satu-satunya aku bisa lepas bicara dan cerewet setengah mati(?) itu di rumah. Tapi di luar aku terlihat diam dan kata orang kalem. Mungkin karena aku terlalu malas untuk berbicara. :D
Usai melepas kehadiran Rahmi dari pandanganku aku meneruskan perjalananku yang cukup panjang menuju Terminal Giwangan. Dulu, kala onii-chan masih di Jogja aku biasa bareng denganyna. Tapi kini aku sendirian. Tak apa-apa. Toh nantinya aku akan hidup benar-benar mandiri jika ingin menggenggam erat cia-cita, mimpi, dan impianku.
Tibalah di terminal. Sendirian. Oh mine.
Langsung aja deh aku sholat sekalian jama qashar magrib-isya'. Terus beli pop mie di toko kecil deket ruang tunggu di atas. Makan sendirian. Cuma berharap kalo di sampingku ada Yesung oppa yang nemenin aku. Hehehe.
Menunggu dan terus menunggu. Lama sekali rasanya. Aku pun ke bawah dan menanyakan pada yang ngurusin tiket yang sudah dipesankan otosan dari Malang. Eh di sana aku melihat dua orang yang kayaknya aku kenal. Ealah salah satunya adalah teman SD dan SMA-ku. Akhirnya pun kami barengan deh. Ajaibnya kursiku yang bernomerkan 25 bersebelahan dengannya yang bernomerkan 26. Alhamdulillah, baru pertama kali ini aku ada barengan selain sama onii-chan. Dimulai dari belum berangkat sampai besok pagi kami terus berbagi cerita. Tentu saja dipotong kami tidur dan makan. Haghaghag.
Sesampainya di Malang (hari ini), terlihatlah okasama dan otosan menungguku ddi uar bus. Tumben, biasanya aku yangharus menunggu mereka sekian waktu baru mereka sampai. Hehehe. Kami pun berpisah. Salwa, nama temanku itu, berpamitan untuk menemui keluarganya di pom bensin. Aku hanya bisa berkata 'hati-hati' padanya.
keterangan:
onii-chan = kakak laki-laki
otosan = ayah
okasama = ibu
![]() |
| Bukankah mereka lucu? Shaun The Sheep ._. |
http://www.filmmediafire.net/2011/06/shaun-sheep-full-mediafire-download.html
Oke, mungkin jejeritan menatunkan asma Allah akan terdengar besok bagi mereka, para kambing dan sapi. Malam ini terdengar suara takbir ang menyelimuti hatiku yang tengah kecewa untuk suatu hal beberapa waktu yang lalu. Diikuti mp3 Its' Cold yang dinyanyikan Epik High feat Lee Hi.
Lupakan.
Aku ingin sedikit bercerita tentang hari kemaren yang penuh realita kehidupanku untuk menyongsong kepulanganku. *apadeh*
Setelah mendapat paketan kiriman alias kado dari onii-chan ku tercinta di Jakarta pada Selasa kemaren. Aku membukanya dan semalaman mengintip 2 cerita dari salah satu buku yang aku dapatkan. Aku membaca novel by chicken soup Sebuah novel kumpulan cerita inspiratif bagi wanita paruh baya. Aku sadar umurku sudah bertambah di hari ke-16 bulan ini.
![]() |
| Kado dari onii-chan ^^ gomawoyo~ |
Kuambil petikan dari cerita-cerita itu, aku pahami pada diriku sendiri. Aku akan jadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain ddi masa mendatang. Dan aku akan meraihnya meski aku tak suka rintangan yang akan aku hadapi nantinya. Wish me luck, friends! :D
Kemudian di Hari Rabu kemaren. Dimana angkatanku, 2011, dalam mata kuliah wajibnya ada Fisika Bangunan dan Struktur Bangunan. Seperti biasa, ketika malam harinya akan berangkat pulang kampung alias mudik. Aku hanya merasa biasa saja untuk menghadapinya. Mungkin berbeda dari temanku yang kutemui di shelter TJ (trans jogja) depan kedokteran, ia dari pagi hanya berpikiran pada Tasikmalayanya. Mungkin aku aneh? Ah tidak. :)
SK (struktur konstruksi) yang kuikuti tadi, membuatku berpikir kembali dan menyadarkanku akan keprofesian dari seorang Arsitek. Arsitek, sebuah profesi yang aku cia-citakan. Tidak hanya Arsitek, aku ingin menjadi arsitek profesional yang nantinya akan diakui oleh orang-orang. Kau pun juga. :D
Menjadi arsitek, memang tidak mudah. Bangunan itu, bangunan Sampoong (Korea Selatan), bangunan mall yang dulunya dibangun untuk difungsikan sebagai kantor. Tapi dengan bodohnya pemiliknya mengalih fungsikan menjadi mall. Padahal sudah diperingakan, tapi kenyataanya mereka malah dipecat olehnya. Lima setengah tahun berdiri sudah sangat bagus untuk bangunan seperti itu. Dan pada akhirnya setelah selama itu akhirnya bangunan itu roboh dari atap sampai lantai dasar (1995). Bukannya itu pembunuhan masal?
![]() | |
| Sampoong, sebuah mall di Korea Selatan (1995). Lihatlah sampai rata seperti itu! |
http://anengineersaspect.blogspot.com/2009/06/structural-failures-part-iii.html
Aku tidak bisa membayangkan hal itu. Semoga saja tidak ada kejadian lain seperti hal itu. Aku jadi ingin belajar lebih mengenai sturktur. Dokter pun memiliki kode etik dalam kerjanya, karena profesinya bisa membunuh orang. Arsitek pun demikian, ia malah bisa membunuh puluhan orang, bahkan ratusan! Kata dosenku sih kita punya andil jika ingin jadi pembunuh. -_-
SK pun berakhir, tapi ada asistensi. Tapi karna takut telat akhirnya dengan berbakal secarik keberanian, aku meminta izin pada asistenku. Entah karena ia tahu aku mau pulkam aau apa dia ddengan cepat dan gampang bilang iya. Setelahnya aku spechless meski dalam sepersekian detik. Bahasa kerennya sih cengo.
Daripada membuang waktu sih aku langsung aja balik ke kos setelah mampir-mampir bentar ngurusin urusan yang mendukung aku buat pulang (baca: ke atm, ambil pocket, beli jajan). Cukup sudah setelah aku packing, aku pun menghubngi teman MIT-ku yang biasa aku sebut dia Wella atau Bella atau Papar. Menjemputku di suatu tempat dan mengantarkanku ke shelter TJ setelah dia bangun tidur. Padahal dia mau rapat. Ihhh parah. Mending aku dong bolos rapat, haghaghaghag.
Di shelter pun aku bertemu dengan Rahmi yang aku ceritakan di atas tadi. Hingga dari shelter sampai kita berpisah di ujung jalan shelter deket rumahnya kami terus mengobrol. Entah sudah berapa lama aku sadar aaupun tidak, aku bicara tanpa ujung seperti itu. Mungkin satu-satunya aku bisa lepas bicara dan cerewet setengah mati(?) itu di rumah. Tapi di luar aku terlihat diam dan kata orang kalem. Mungkin karena aku terlalu malas untuk berbicara. :D
Usai melepas kehadiran Rahmi dari pandanganku aku meneruskan perjalananku yang cukup panjang menuju Terminal Giwangan. Dulu, kala onii-chan masih di Jogja aku biasa bareng denganyna. Tapi kini aku sendirian. Tak apa-apa. Toh nantinya aku akan hidup benar-benar mandiri jika ingin menggenggam erat cia-cita, mimpi, dan impianku.
Tibalah di terminal. Sendirian. Oh mine.
Langsung aja deh aku sholat sekalian jama qashar magrib-isya'. Terus beli pop mie di toko kecil deket ruang tunggu di atas. Makan sendirian. Cuma berharap kalo di sampingku ada Yesung oppa yang nemenin aku. Hehehe.
![]() | |
| pop mie yang kumakan sendirian. Oh, sedihnya,.. TT TT |
Sesampainya di Malang (hari ini), terlihatlah okasama dan otosan menungguku ddi uar bus. Tumben, biasanya aku yangharus menunggu mereka sekian waktu baru mereka sampai. Hehehe. Kami pun berpisah. Salwa, nama temanku itu, berpamitan untuk menemui keluarganya di pom bensin. Aku hanya bisa berkata 'hati-hati' padanya.
Jalan pulangku end.
keterangan:
onii-chan = kakak laki-laki
otosan = ayah
okasama = ibu



