Jumat, 29 Maret 2013

Jeratan Kegelapan

Tertelungkup merana di bawah naungan bulan sabit. Hanya satu-satunya cahaya yang berbinar. Menjerit pun tak seorang pun mendengar.

Hanya tawa hambar menggema menyambut jeratan kesendirian. Tak ada yang menyambut. Seketika isakan tangis menyeruak memecah sunyi,.

Hilang sudah rasa sakit di sekujur tubuh. Hilang sudah keteguhan di dalam jiwa sendiri.

Hanya di alam mimpi yang dapat mengerti jeritan batin yang semakin menjadi.

Kepalsuan dunia perlahan akan membunuh. Kegelapan menyelimuti. Tanpa percaya pada seorang pun.
Hanya tetesan embun pagi yang tersisa. Saksi bisu gelapnya malam pekat. Tanpa bekas.

Keberadaan yang tak pernah dianggap. Meninggalkan pecahan ingatan perih. Tergontai. Masih terjerat dalam keterpurukan. Selamat tinggal.

Tak ada harapan. Tak ada cahaya. Tak ada pelita Benar hanya kegelapan yang tersisa. Meraih apa pun tak sanggup. Buta. Kali ini benar-benar.

Benar-benar.... Selamat tinggal.


Note:
Tulisan kacau ini aku tuangkan di akun facebook sama twitter-ku. Kala itu aku menuliskannya pada tanggal 17 Maret 2013. Dimana di malam, 2 hari sebelumnya, tepatnya tanggal 15 Maret. Ada suatu kejadian yang membuatku dan kedua sahabatku tertekan dalam kesedihan. Hanya ungkapan di atas yang bisa menggambarkan isi hati ini.

Untuk kau yang ada saat itu. Untuk semua saksi bisu pada kegelapan yang menjerat saat itu.
Tolong mengertilah kami. Keterpurukan kami (erz).

Tidak ada komentar: