Jumat, 17 Mei 2013

Just A Mage..



O.e pikir untuk menjadi seorang sahabat itu harus saling mengerti. O.e pikir dalam lingkaran sahabat itu terkadang mereka bertengkar, dan hal itu wajar karna menunjukkan mereka akrab. O.e pikir kata yang E.e dan Y.a ucapkan sahabat itu memang sudah seharusnya bermakna sahabat.

Jujur saja. O.e heran darimana kata sahabat itu muncul, karena dari awal O.e masih ragu menyebut kata itu. Kenapa? Karena mereka memang belum saling tahu satu sama lain. Dan sampai ini pun, garis yang telah mereka buat dari tiap titik dari mereka sudah memucat. Padahal O.e sudah menganggap keduanya sahabat. Tapi nyatanya?

Mungkin mereka tak cocok. Bukan tak cocok. Tak akan bisa menyatu dalam satu warna yang padu. O.e mungkin akan benar-benar menghilang. Setelah menyeleseikan permintaan-permintaan yang memudarkan impian-impiannya. Tanpa apapun, hanya akal pikiran dan tongkat sihir yang senantiasa mendampinginya. Mungkin dia butuh seekor kelinci ataupun kura-kura, sebagai tempat pengalih segalanya...

No matter what... Mian.

"Di sini aku solosist.. Aku cuma seorang mage. Tak lebih tak kurang. Yang akan menjadi seorang Warlock yang hebat. Iya kan tongkat?"

Tidak ada komentar: